5 Tanda Kamu Sudah Terlalu 'Senior' di Kantor (Walau Gaji Stagnan)
Menjadi senior di kantor tidak selalu berarti jabatanmu mentereng atau gajimu selangit. Terkadang, 'senioritas' adalah sebuah kondisi mental yang terbentuk dari tumpukan pengalaman pahit dan ribuan cangkir kopi instan. Apakah kamu salah satunya? Mari kita cek bersama.
1. Kamu Tahu Semua Drama Kantor
Kamu hafal siapa pacaran dengan siapa, siapa yang resign karena tidak tahan dengan bos, bahkan siapa yang sering ambil lauk rendang paling besar saat makan siang bersama. Kamu bukan lagi sekadar karyawan, kamu adalah arsip berjalan, Wikipedia hidup dari segala gosip dan tragedi di kantor.
2. Kamu Jadi Tempat Curhat Anak Baru
Setiap ada anak baru yang matanya masih berbinar penuh harapan, mereka akan datang kepadamu. Bukan untuk bertanya soal pekerjaan, tapi untuk curhat tentang betapa 'uniknya' kultur kerja di sini. Dan kamu, dengan senyum getir, akan berkata, 'Selamat datang di dunia nyata'.
KONTEN VERSI TANPA FILTER
Suka dengan artikel ini? Di channel Telegram kami, pembahasannya lebih liar. Dapatkan curhatan produk, tips-tips getir, dan renungan harian yang tidak akan Anda temukan di tempat lain.
Gabung Gratis di Channel SEP!K3. Kamu Punya 'Senjata Rahasia'
Untuk bertahan di medan perang ini, kamu butuh lebih dari sekadar skill. Kamu butuh 'senjata' untuk menjaga kewarasan dan kepercayaan diri. Kadang, senjata itu adalah aroma parfum yang kuat dan berkarakter seperti Monacruz Parfum Lucifer EDP. Wangi citrus dan spicy-nya seolah menjadi perisai tak kasat mata saat harus berhadapan dengan klien rewel atau revisi dadakan.
4. Email-mu Penuh Bahasa Pasif-Agresif
Kamu sudah melewati fase marah-marah secara langsung. Kini, keahlianmu adalah merangkai kalimat email yang terdengar sopan tapi menusuk. Frasa seperti 'As per my last email...' atau 'Mohon pencerahannya' adalah andalanmu.
5. Kamu Sudah Mati Rasa
Deadline mepet? Revisi tengah malam? Bos marah-marah? Kamu sudah tidak kaget. Responsmu hanya satu: helaan napas panjang sambil membuka laci meja mencari sisa biskuit kemarin. Selamat, kamu telah mencapai level tertinggi dari senioritas: keikhlasan.